Tingkatkan Profesionalisme Personel, BAJAKA Sertifikasi Satuan Pengamanan

BINTAN, LIPUTANKEPRINEWS.COM – Pusdiklat BAJAKA kerjasama dengan Ditbinmas Polda Kepri, menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Pengamanan (Satpam) tingkat Gada Pratama, Minggu (27/10). Pembukaan kegiatan dibuka oleh Kasubdit Satpam Ditbinmas Polda Kepri AKBP Rudi Idris.

Dalam amanahnya mengatakan, Diklat Satpam tingkat Gada Pratama sangat penting dimiliki setiap personel Satpam. Tujuannya, untuk menunjukkan profesionalisme menangani pemahaman dasar penjagaan di area tugas. Baik di dalam ruangan (in door) maupun di luar ruangan (out door).

“Tujuan Pelatihan Gada Pratama yaitu menghasilkan Satuan Pengaman yang memiliki sikap mental kepribadian, kesamaptaan fisik, dan memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar sebagai pelaksana tugas satuan pengamanan.Kami sangat berterima kasih kepada BAJAKA sudah menggelar ini.Karena hal ini juga bagian dari meningkatkan Kamtibmas,” ujar Rudi saat membuka kegiatan itu sebagaimana rilis yang diterima media ini.

Pusdiklat BAJAKA – Tim dan personel Pusdiklat BAJAKA kerjasama dengan Ditbinmas Polda Kepri pada acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Satuan Pengamanan (Satpam) tingkat Gada Pratama foto bareng Minggu (27/10). FOTO : LKN/ISTIMEWA

Sementara itu, Direktur BAJAKA Rizky Chandra mengatakan, pemantapan Diklat Gada Pratama untuk menjamin kualitas personel di lapangan. Sehingga, partner kerja BAJAKA ke depan, lebih dimaksimalkan kerja sesuai tuntutan yang ada.

“Karena bagaimana pun, BAJAKA yang telah berdiri beberapa tahun lalu menunjukan dedikasi dan kualitas dalam diri personel Satuan Pengamanan. Sehingga, jasa yang kita berikan tak sia-sia. Dan area pengamanan lebih optimal dan tertangani secara profesional,” ucap Rizky.

Senada, Manager HRD dan GA BAJAKA Leo Nazara menambahkan, dengan adanya Pusdiklat ini Satuan Pengamanan yang akan terjun ke lapangan, sudah terampil. Ia mengatakan, dari sisi sumber daya manusia (SDM), personel BAJAKA diseleksi sebelum terjun ke lapangan. “Salah satu komitmen kami adalah Diklat Gada Pratama ini,” ujar Leo.

Manager Operasional BAJAKA Herly menuturkan, sebanyak 30 personel yang mengikuti Diklat Gada Pratama. Yang digelar di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kepri di Bintan. “Personel akan dilatih berdasarkan ketentuan yang ada. Pelatihan, langsung dari Ditbinmas Polda Kepri dan Binmas Polres Bintan. Sehingga, kualitas pendidikan yang diperoleh benar-benar bermanfaat,” katanya.

Terpisah, Kepala Pusdiklat BAJAKA Purwanto, bagi yang lulus nantinya, personel berhak mendapatkan kartu tanda anggota. Berupa KTA Satuan Pengamanan dan Sertifikat. Yang dikeluarkan oleh Ditbinmas Polda Kepri,” katanya. Sekedar diketahui, dalam satuan pengamanan ada tiga tahap.

Dalam kesempatan itu turut angkat bicara Kabid Program dan Kerjasama Pusdiklat Bajaka M.Shadiq mengatakan akan berupaya untuk membekali putra daerah Bintan. Khususnya bisa mendapatkan pendidikan satuan pengamanan sehingga punya kemampuan dan legalitas untuk bisa bekerja di industri dan lokasi wisata yang ada di bintan, biar tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Bagi yang lulus nantinya, personel berhak mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Satuan Pengamanan dan Sertifikat. Yang dikeluarkan oleh Ditbinmas Polda Kepri. Sekedar diketahui, dalam satuan pengamanan ada tiga tahap.

Sesuai pasal 10,11, dan 12 Peraturan Kapolri No. Pol 18 Tahun 2006 tentang Pelatihan Dan Kurikulum Satuan Pengamanan. Level awal Gada Pratama, Gada Madya, dan Gada Utama. Ditbimnas Polda Kepri menegaskan, bagi pihak yang menggunakan jasa pengamanan harus memperhatikan keikutsertaan pada Diklat Satpam. Jika tidak, akan dirazia karena berpotensi terdapat maladministrasi. Kegiatan tersebut diatas, diikuti oleh perwakilan pemerintahan setempat, Kasat Binmas Polres Bintan AKP Soepandi, dan beberapa tamu undangan lainnya.(rilis/*)

Gerakan Melayu Melawan Minta Sekwan Kepri Dicopot

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Melayu yang tergabung dalam Gerakan Melayu Melawan, Rabu (25/9/2019) di Gedung Graha Kepri Batam Centre, tuntutannya selain menolak Jumaga Nadeak sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri juga memintak agar Hamidi, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kepri saat ini dicopot.

Hamidi dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya, salah satunya, saat tokoh pejuang Badan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Dato’ H. Huzrin Hood tidak mendapatkan tempat duduk yang semestinya pada acara pelantikan 45 anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024 pada 9 September 2019 lalu di kantor DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Penolakan Jumaga Nadeak sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024, Rabu (25/9) di depan gedung Graha Kepri Batam Center.

“Kami meminta kepada Plt Gubernur Kepri untuk mengganti Hamidi dari Sekwan Kepri,” ucap koordinator aksi melayu melawan, Amirullah.

“Hamidi harus diganti karena dinilai telah melecehkan tokoh pejuang BP3KR,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, mewakili Plt Gubernur Kepri dalam menyambut masa aksi itu mengatakan bahwa semua tuntutan yang disampaikan itu akan diteruskan kepada Plt Gubernur Kepri.

Untuk selanjutnya Plt Gubernur yang akan berkoordinasi dengan partai politik yang bersangkutan.

“Terkait dengan Sekwan DPRD Kepri, saya sangat menyesalkan perbuatannya. Kita berharap hal seperti itu tidak akan terulang kembali, mungkin itu adalah pengalaman dan kedepannya bang Huzrin Hood bisa disejajarkan tempat duduknya, yakni di tempat VIP,” tutupnya.

Danrem 033/WP Brigjen TNI Gabriel Lema, Pimpin Sertijab 3 Dandim

BATAM, – Komandan Korem (Danrem) 033/Wira Pratama (WP) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Gabriel Lema pimpin serah terima jabatan (Sertijab) tiga Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) di wilayah Korem 033 /WP.

Tiga Dandim itu ialah, pertama, Dandim 0315/Bintan dari Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa kepada Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa. Kedua Dandim 0316/Batam dari Letkol Inf Romel Jangga Wardana kepada Letkol Inf Ahmad Daud Harahap.

Ketiga, Dandim 0317/TBK, dari Letkol Arm Rizal Analdie kepada Letkol Inf Denny. Sabtu (7/9/2019) di lapangan upacara Kodim 0316 /Batam, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam.

Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa akan bertugas sebagai Waaster Divif I Kostrad, Letkol Inf Romel Jangga Wardana dengan jabatan baru sebagai Waasren Danjen Kopasus dan Letkol Arm Rizal Analdie jabatan baru sebagai Kasmen Armed-2/1 Kostrad.

Gabriel Lema mengatakan, alih tugas dan jabatan itu adalah hal yang biasa dilakukan, sebagai organisasi dan dinamika yang tinggi maka pejabat dilingkungan TNI Angakatan Darat (AD) dituntut untuk memiliki kemampuan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi dalam menjaga kesinambungan dan dalam menjalankan organisasi tersebut, sehingga satuan dapat mencapai tugas pokok TNI AD.

Dengan itu diharapkan dapat membawa perubahan suasana yang lebih segar, dengan munculnya inovasi dan kreativitas baru dalam pembinaan satuan, sehingga kinerja organisasi menjadi lebih efektif dan efesien, serta berhasil dalam pelaksanaan tugas guna mendukung tugas pokok Korem 033/WP Kodam I/BB.

“Terimakasih dan penghargaan kepada para pejabat lama yang telah selesai menjalankan tugasnya di wilayah Korem 033/WP. Selamat datang kepada para pejabat baru dan berharap dapat menjalankan tugasnya yang baru dengan sebaik-baiknya,” ucap Gabriel Lema.

Dalam kesempatan itu, Gabriel Lema selain memimpin sertijab Dandim 0315/Bintan, Dandim 0316/Batam dan Dandim 0317/TBK, dia juga memimpin acara pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan Pakta integritas serta meresmikan validasi organisasi Komando Distrik Militer Kodim 0315/Bintan.

Yakni dari Kodim tipe B menjadi Kodim tipe A. Dimana nantinya Kodim Bintan akan dipimpin oleh Perwira menengah berpangkat Kolonel.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Plt Gubernur Kepri Isdianti, Walikota Batam, Muhammad Rudi, Kasrem 033/WP, para Kasi Korem, Dandim jajaran Korem 033/WP, para Dan/Ka Satdisjan jajaran Korem 033/WP, Ketua Persit KCK Koorcabrem 033 PD I Bukit Barisan dan sejumlah undagan lainnya

Polda Jatim Tertibkan 70 Satpam Empat Perusahaan di Surabaya dan Gresik Yang Langgar Aturan

SURABAYA, – Polda Jatim menertibkan 70 tenaga Satuan Pengamanan (Satpam) empat perusahaan yang ada di Surabaya dan Gresik. Pasalnya, puluhan tenaga pengamanan tersebut, dianggap melanggar aturan tentang Sistem Manajemen Pengamanan, sehingga dianggap ilegal.

Empat perusahaan yang memakai jasa Satpam ilegal tersebut antara lain, LM, PT HE dan AA, yang berlokasi di Surabaya. Serta PT REMS, sebuah industri farmasi yang berada di Gresik.

Kasubdit Binsatpampolsus Ditbinmas Polda Jatim, AKBP Elijas Hendrajana mengatakan, anggotanya mendapati puluhan Satpam yang tidak mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) sesuai Perkap nomor 24 tahun 2007 di empat perusahaan.

“Mereka masih tidak memiliki legalitas, mereka menggunakan seragam Satpam tapi tidak memiliki KTA. Jadi tidak sesuai aturan yang berlaku,” ujar Elijas di kantornya, Senin (26/8/2019).

Karenanya, untuk sementara, pihak kepolisian menertibkan para tenaga Satpam, dengan menyita seragam maupun alat pendukung lainnya.

Selain itu, kata Elijas, pihaknya juga akan memanggil Badan Usaha Jasa Pengaman (BUJP) serta perusahaan yang kedapatan memakai jasa Satpam ilegal.

“Kita akan memanggil, baik pihak BUJP maupun para user (perusahaan) untuk datang ke kantor. Jadi kita sempat ambil sementara pakaian seragamnya, dan yang belum memiliki KTA dibawa ke kantor. Selanjutnya, kita akan panggil mereka supaya mereka mengerti aturan yang ada,” urainya.

Apabila pihak BUJP tidak mengindahkan teguran ini. Polisi mengancam akan menghentikan ijin operasional badan tersebut. Termasuk kepada perusahaan yang bersangkutan, sehingga tidak bisa menggunakan jasa pengaman di wilayah kerja mereka, hingga ketentuan dipenuhi.

Elijas berharap, BUJP dan perusahaan-perusahaan segera memenuhi aturan yang berlaku. Sebab, dengan tertib administrasi, maka kinerja Satpam sebagai tenaga pengaman suatu lingkungan kerja memperoleh perlindungan hukum.

“Supaya Satpam ini ada payung hukumnya,” tutup Elijas.