Gerakan Melayu Melawan Minta Sekwan Kepri Dicopot

Aksi yang dilakukan oleh masyarakat Melayu yang tergabung dalam Gerakan Melayu Melawan, Rabu (25/9/2019) di Gedung Graha Kepri Batam Centre, tuntutannya selain menolak Jumaga Nadeak sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri juga memintak agar Hamidi, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kepri saat ini dicopot.

Hamidi dinilai tidak profesional dalam melaksanakan tugasnya, salah satunya, saat tokoh pejuang Badan Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) Dato’ H. Huzrin Hood tidak mendapatkan tempat duduk yang semestinya pada acara pelantikan 45 anggota DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024 pada 9 September 2019 lalu di kantor DPRD Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Penolakan Jumaga Nadeak sebagai ketua DPRD Provinsi Kepri periode 2019-2024, Rabu (25/9) di depan gedung Graha Kepri Batam Center.

“Kami meminta kepada Plt Gubernur Kepri untuk mengganti Hamidi dari Sekwan Kepri,” ucap koordinator aksi melayu melawan, Amirullah.

“Hamidi harus diganti karena dinilai telah melecehkan tokoh pejuang BP3KR,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar, mewakili Plt Gubernur Kepri dalam menyambut masa aksi itu mengatakan bahwa semua tuntutan yang disampaikan itu akan diteruskan kepada Plt Gubernur Kepri.

Untuk selanjutnya Plt Gubernur yang akan berkoordinasi dengan partai politik yang bersangkutan.

“Terkait dengan Sekwan DPRD Kepri, saya sangat menyesalkan perbuatannya. Kita berharap hal seperti itu tidak akan terulang kembali, mungkin itu adalah pengalaman dan kedepannya bang Huzrin Hood bisa disejajarkan tempat duduknya, yakni di tempat VIP,” tutupnya.