Sambut MEA, Petugas Keamanan Harus Bergelar Sarjana

Kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sekarang ini membuat petugas keamanan atau sekuriti harus membekali diri dengan pendidikan yang memadai.

Untuk itulah Universitas Krisnadwipayana dan Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia bekerjasama.

Kedua instansi tersebut bekerjasama agar pekerjaan yang selama ini dipandang sebelah mata, bisa dirubah melalui dunia pendidikan. Sehingga nantinya pekerjaan sekuriti tersebut dianggap sebagai profesi.

“Kerjasama ini dalam rangka membentuk program studi yang berkaitan dengan sekuriti. Nantinya program Bisnis Industri Sekuriti yang masuk dalam Fakultas Ilmu Administrasi,” ujar Rektor Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Abdul Rivai, Senin (15/2).

Rivai menambahkan pekerjaan sebagai sekuriti bukan semata-mata hanya berkutat dengan persoalan pengamanan saja.

Ia berharap dengan adanya program tersebut, seorang petugas keamanan bisa mengikuti jejak perawat yang kini bisa mengenyam pendidikan tinggi.

“Dulu perawat kan juga enggak bisa seperti sekarang ini. Tapi saat ini sudah bisa dan ada kuliahnya bahkan sampai S3,” katanya.

Rivai mengatakan pihaknya menyediakan dua kelas untuk program studi tersebut yang akan dimulai pada tahun ajaran mendatang.

Ia bahkan memastikan pihaknya juga membuka peluang beasiswa bagi petugas keamanan yang tertarik menimba ilmu.